Posted by & filed under Berita Bola.

Agen Bola Judi – Maurizio Ganz yang merupakan salah satu eks penyerang AC Milan masih menaruh sebuah perhatian kepada eks skuadnya. Ia pun mengaku bahwa ia mengikuti perkembangan sepak terjang dari AC Milan di dalam awal musim kali ini. Bahkan, ia pun juga sangat penasaran ingin menyaksikan Fernando Torres duet dengan Giampaolo Pazzini di dalam baris serang AC Milan.

AC Milan's Torres challenges Juventus' Asamoah during their Italian Serie A soccer match at the San Siro stadium in Milan

Akan tetapi, keinginan itu pun bakal berat untuk jadi sebuah kenyataan di dalam waktu dekat ini. Karena pihak Milan di bawah didikan FIlippo Inzaghi jauh lebih kerap untuk memakai formasi 4-3-3 daripada untuk memakai dua orang penyerang.

Di dalam laga yang terakhri yang berhdadapan dengan pihak Empoli, Milan pun terlihat memakai formasi 4-2-3-1 di dalam akhir laga. Meski memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kehadiran dari Fernando Torres telah membuat Inzaghi mulai bisa berpikir ulang tentang pilihan di dalam pola bermain skuadnya.

Ganz mengatakan bahwa mereka menyelesikan laga dengan Empoli dengan formasi 4-2-3-1, yang mana penerapannya memang berbeda degan 4-3-3. Namun ia sangat ingin melihat Torres dan juga pazzini bemain bersama, ia juga sangat ingin untuk melihat dua pemain itu ditopang oelh seorang pemain yang luar biasa seperti halnya Giacomo Bonaventura. Torres sendri pun juga tak mendapatkan tahun yang baik di dalam beberapa waktu terakhir ini, namun ia merasa si pemain mempunyai hasrat untuk segera kembali berjaya.

Selain itu, ia pun juga telah menambahkan bahwa bila memang ia mempunyai seorang pemain yang hebat di dalam baris depan, maka yang paling benar yakni memaksimalkannya, barulah mencari keseimbangan di dalam baris tengah. Milan memang berlaga bertahan ketika berhadapan dengan Juventus, dan juga hanya fokus untuk memakai serangan balik saja.

Agen Bola Resmi – Lebih jauh lagi, masih menurut seorang penyerang yang menghuni bench di dalam skuad AC Milan di dalam periode 1998 sampai dengan 2001 itu, ia mempunyai sebuah pandangan yang tersendiri berkaitan dengan kondisi dari tim yang di ada di dalam beberapa musim belakangan ini yang memang menurut dirinya kurang begitu maksimal.