Posted by & filed under Berita Bola.

Usaha dari Massimiliano Allegri di dalam meneruskan keberhasilan Juventus mendapatkan sanjungan. Bahkan, eks arsitek Juve yakni Marcelo Lippi seperti bercermin kala ia melihat Massimiliano Allegri.

Borussia Dortmund's coach Klopp speaks to his players during a training session in Dortmund

Masuk di dalam musim panas yan glalu dan juga mengisi kursi pelatih Antonio Conte, maka bukanlah tugas yang mudah untuk Massimiliano Allegri. Akan tetapi, jelang akhir musim ini maka ia bisa dikatakan sebagai pelatih yang sukses.

Di dalam papan klasemen sementara Serie A, maka mereka masih tetap berada di dalam pucuk papan klasemen sementara dengan total torehan 67 angka, unggul sebanyak 14 angka dari rival paling dekat yakni AS Roma yan gbaru mengemas 63 angka saja.

Untuk di dalam kancah Liga Champions, maka Massimiliano Allegri pun sanggup untuk melewati keberhasilan dari Conte pada musim yang lalu di dalam membawa Juventus. Eks arsitek AC Milan itu pun saat ni berhasil untuk membawa Juve menembus babak perempat final.

Lippi telah mengatakan pada pihak Dello Sport beberapa waktu yang lalu bahwa ia melihat dirinya sendiri di dalam Massimiliano Allegri. Ia telah datang di dalam Juventjus kurang lebih di dalam umur yang sama seperti yang sudah ia lakukan, ia mempunyai konkret yang sama dengan apa yang ia lakukan, dan ia juga mempunyai semangat yang sama untuk bisa membuat tim jadi jauh lebih modern. Mereka mempunyai angka yang sama.

Lalu, ia pun juga telah mencoba untuk bisa membandingkan karakter dari Massimiliano Allegri dnegan pelatih Juve yang terdahulu yakni Antonio Conte. Yang mana ada sisi yang begitu berbeda, khususnya di dalam pendekatan dari kedua pelatih itu.

Sang pelatih yang pernah mengasuh Guangzhou itu pun juga telah menambahkan bahwa ada pun komentar dirinya soal Massimiliano Allegri tak mempunyai sebuah kemarahan kompetitif layaknya Conte. Itu pun bukanlah sebauh perbandingan di dalam sisi kualitas. Ia hanya ingin untuk memberikan sorotan kepada perbedaan yang tertentu saja di dalam pendekatan kedua pelatih itu untuk dunia sepak bola Italia ke depannya nanti.