Posted by & filed under Berita Bola.

Toni Kroos sebenarnya masih dibutuhkan oleh Pep Guardiola di dalam Bayern Munich, akan tetapi dia pun juga tetap memutuskan guna pergi di dalam Real Madrid. Lalu untuk alasan di balik kepindahan pemain yang berasal dari Jerman itu, maka pada pihak Suddeutsche Zeitung, ia pun juga telah mengutarakan alasan dirinya utnuk pergi menuju Spanyol. Sang pelatih Los Blancos yakni Carlo Ancelotti jadi sosok yang penting di dalam meyakinkan dirinya untuk bisa hengkang.

Real Madrid's Toni Kroos celebrates his goal against Rayo Vallecano during their Spanish first division soccer match in Madrid

Kroos telah mengatakan bahwa penting halnya dari hari yang pertama bagi pelatih percaya kepada dirinya. Ancelotti pun jgua telah berkata bahwa ia butuh dirinya dan bakal segera memberi peran yang penting di dalam tim. Di dalam sebuah percakapan di telepon, dia pun yakin bisa untuk membuat Madrid menjadi jauh lebih baik.

Selain itu, ia pun juga telah menambahkan bahwa pelatih pun juga ingin keseimbangan lebih di dalam permainan mereka., sedikit control yang jauh lebih baik. Dia pun juga telah berkata bahwa ia ingin permainan mereka untuk bisa jauh lebih baik, berubah, dan juga lebih menguasai bola. Dia pun juga telah memberi tahu dirinya bahwa dia membutuhkan dirinya.

Posisinya di dalam skuad Madrid itu pun jgua memagn jadi sentral serangan untuk sekarang ini bersama dengan Luca Modric. Akan tetapi, berbeda seperti ketika dengan Jerman, Kroos saat ini pun berlaga seperti seorang pemain bernomor punggung enam alias gelandang tengah yang menjaga keseimbangan di dalam tim. Daripada gelandang serang yang memagn jauh lebih maju guna membant serangan di dalam tim.

Selain itu, ia pun juga telah menambahkan bahwa ia adalah gelandang tengah dan 10 meter ke belakang daripada bersama dengan Bayern Munich. Memang benar adalah ia nomor punggung enam. Ia pun juga memang tidak lupa utnuk menyerang, akan tetapi untuk sekarang ini ia lebih bernomor punggung enam. Pep pun juga memagn pernah memberi tahu dirinya bahwa Toni adalah pemain yang terbaik yang ada jauh di belakang di sepanjang masa kariernya itu.