Posted by & filed under Berita Bola.

Paul Merson yang merupakan salah satu eks pemain sayap Arsenal telah menilai bahwa laga antara Chelsea berhadapan dengan eks timnya itu harus bisa diulang. Paul Merson telah mengutarakan bahwa hasil laga itu begitu tidak adil bagi pihak the gunners.

Berita Bola - Paul Merson Ungkap Laga Antara Chelsea dan Arsenal Harus Kembali Digelar

Apa yang memang jadi alasan dari pernyataan Paul Merson ini adalah soal keputusan yang salah yang telah dilakukan oleh wasit yang bertugas di dalam laga Derby London itu. Keputusan yang ia maksudkan itu adalah ketika wasit memberi sebuah kartu merah bagi sang pemain bertahan Arsenal yang bernama Gabriel Paulista.

 

Paul Merson telah mengatakan seperti yang telah dikabarkan oleh pihak Daily Cannon beberapa waktu yang lalu bahwa ketika telah terlihat dengan begitu jelas adanya sebuah kesalahan yang dilakukan oleh wasit ketika memberi sebuah keutusan, maka ia pikir mereka juga harus bisa mengadakan sebuah laga ulang dari laga itu.

 

Eks pemain yang berasal dari Inggris ini pun juga telah memberikan sebuah penilaian bahwa dengan ditariknya lagi kartu merah yang didapatkan oleh Gabriel maka hal itu tak akan berarti dan juga tak akan memberi keadilan bagi pihak the gunners. Hal itu karena hal ini tidak akan membuat kekalahan yang diterima oleh pihak Arsenal menjadi ditarik juga untuk sekarang ini.

 

Pria yang berumur 47 tahun ini pun juga telah menambahkan ketika itu bahwa kekacauan memang telah terjadi. Padahal tiga angka itu memang bisa untuk jadi sebuah perbedaan antara pihak Chelsea dan juga Arsneal untuk bisa memetik kemenangan did alam gelar pada musim kali ini.

 

Selain itu, Paul Merson pun juga telah menambahkan ketika itu bahwa dengan ditariknya kartu merah yang dialami oleh Gabriel itu memang telah tak terlalu memberikan pengaruh untuk pihak Arsenal sekarang ini. Oleh karena itu, ia pikir laga antara pihak Chelsea berhadapan dengan Arsenal memang harusnya bisa untuk diulangi lagi, agar bisa memberikan keadilan bagi kedua belah pihak.