Posted by & filed under Berita Bola.

Agen IBCBET Indonesia – Jam terbang yang cukup tinggi dan pengalaman yang sudah sangat banyak, Nemanja Vidic semoat dinanti-nanti kehadirannya oleh Inter Milan yang saat musim panas lalu itu dalam bursa transfer berhasil dipinang oleh klub. Pemain belakang yang kini berumur 32 tahun tersebut didatangkan dari Manchester United secara Cuma-Cuma.

4 Vidic Tak Tunjukkan Sikap Baik Di Awal Debutnya Bersama Inter

Pihak klub memang menggantungkan harapan yang sangat tinggi terhadap Vidic. Ia telah menjalani dua laga di Serie A, debut pertamanya ia lah ketika bermain lawan Torino dan laga kedua yang ia ikuti ialah saat Inter bermain sebagai tim tamu di markas kesebelasan Palermo.

Debut pertama Vidic justru membuahkan sebuah pelanggaran. Pelanggaran yang ia lakukan terhadap Fabio Quagliarella membuahkan hukuman, berupa tendangan penalti untuk tim lawan yakni Torino. Namun, Vidic masih beruntung karena kesalahan yang ia perbuat tidak mampu menciptakan angka untuk tim lawan karena sang eksekutor, Marcelo Larrondo tak bisa mengeksekusi si kulit bundar dengan maksimal.

Bukan hanya pelanggaran yang berbuah penalti saja yang dilakukan oleh Vidic dalam laga itu, bahkan di menit-menit terakhir pertandingan akan berakhir, pemain ini bahkan diganjar dengan kartu merah oleh wasit karena dianggap tidak menghargai keputusan yang diambil oleh wasit. Ia tanpa berdosa melakukan aksi konyol yakni melakukan tepuk tangan setelah wasit memberikan keputusan. Ia pun diusir untuk meninggalkan lapangan hijau.

Dalam laga pertama yang dilakoni Vidic yang mengharuskannya untuk tampil maksimal dan menjaga sikapnya, nyatanya sangat jauh berbeda dari apa yang telah dibayangkan oleh panyak penggemar Inter. Ia justru melakukan hal-hal konyol yang sangat memalukan.

Inter Milan bahkan tak mampu menorehkan angka satu pun salam laga tersebut dan begitu pun dengan tim lawan. Laga berakhir dengan skor 0-0.

Agen IBCBET Online – Tingkah konyol Vidic tak hanya berhenti pada laga pertama tersebut. Ia seperti tak belajar dari kesalahan yang ia perbuat. Saat bertanding lawan Palermo, ia melakukan kesalahan justru di lingkup pertahanannya dan terjadi di awal pertandingan. Bola yang ia kuasai saat berada di kotak penalti nyatanya justru bisa dangan mudah direbut Franco Varquez dan buruknya hal tersebut membuahkan angka untuk tim lawan.